PEMBUATAN
BIOGAS SKALA KECIL
A.
Tujuan :
1.
Mahasiswa
mampu melakukan pengelolaan sampah organik dengan cara pembuatan biogas
2.
Mahasiswa
terampil dalam melakukan pembuatan biogas
B.
Dasar
Teori
Biogas
adalah gas produk akhir pecernaan atau degradasi anaerobik bahan-bahan organik
oleh bakteri- bakteri anaerobik dalam lingkungan bebas
oksigen atau udara. Komponen terbesar biogas adalah Methana (CH4, 54-80%-vol)
dan karbondioksida (CO2, 20-45%-vol) serta sejumlah kecil H2, N2
dan H2S. Biogas bersal dari hasil fermentasi bahan – bahan oraginik
diantaranya (Judomidjojo dkk, 1992) :
1.
Limbah
tanaman : tebu, rumput-rumputan, jagung, gandum dan lain-lain.
2.
Limbah
dari hasil produksi :minyak, bagas, penggilingan padi, limbah sagu.
3.
Hasil
samping industri : tembakau, limbah pengolahan buah-buahan dan
sayur-sayuran, dedak, kain dari
tekstil, ampas tebu dari industri gula dan tapioka, industri tahu (limbah
cair).
4.
Limbah
perairan : alga laut, tumbuh-tumbuhan air.
5.
Limbah
peternakan : kotoran sapi, kerbau, kambing, unggas.
Sistem produksi
biogas dibedakan menurut cara pengisian bahan bakunya yaitu pengisian curah dan pengisian kontinyu (Teguh
dan Agung, 2005).
1.
Pengisian
curah.
Yang dimaksud dengan sistem pengisian curah (SPC) cara penggantian bahan
yang dilakukan dengan mengeluarkan
sisa bahan yang sudah dicerna dari tangki pencerna setelah produksi biogas
berhenti dan selanjutnya dilakukan pengisian bahan baku yang baru. Sistem ini
terdiri dari dua komponen yaitu tangki pencerna dan tangki pengumpul gas.
2.
Pengisian
kontinyu.
Yang dimaksud dengan sistem pengisian kontinyu (SPK) adalah bahwa
pengisian bahan baku kedalam tangki pencerna dilakukan secara. Biogas dapat
digunakan dalam berbagai keperluan seperti memasak, penerangan, pompa air,
boiler dan sebagainya.
Biogas dapat digunakan dalam
berbagai keperluan seperti memasak, penerangan, pompa air, boiler dan
sebagainya. Manfaat lain energi biogas adalah sebagai pengganti bahan bakar
khususnya minyak tanah kemudian sebagai bahan pengganti bahan bakar minyak (bensin,
solar). Dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi
listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas akan dihasilkan sisa
kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik pada
tanaman/budidaya pertanian.
Potensi pengembangan Biogas
di Indonesia masih cukup besar. Hal tersebut mengingat cukup banyaknya populasi
sapi, kerbau dan kuda, yaitu 11 juta ekor sapi, 3 juta ekor kerbau dan 500 ribu
ekor kuda pada tahun 2005. Setiap 1 ekor ternak sapi/kerbau dapat dihasilkan +
2 m3 biogas per hari. Potensi ekonomis Biogas adalah sangat besar, hal tersebut
mengingat bahwa 1 m3 biogas dapat digunakan setara dengan 0,62 liter minyak
tanah. Di samping itu pupuk organik yang dihasilkan dari proses produksi biogas
sudah tentu mempunyai nilai ekonomis yang tidak kecil pula.
C.
Alat Bahan
1. Alat
a. Gelas ukur
b. Cetok
c. Ember dan Pengaduk
d. Plastik Transparan dan Karet
e. Pipa Plastik/Selang
f. Plester/Selotip Transparan
g. APD
h. Alat tulis
2. Bahan
a. Kotoran Sapi
b. Air
D.
Cara Kerja
1.
Menyiapkan
alat dan bahan.
2.
Menggunakan
APD.
3.
Menghitung
volume digester/derijen.
4.
Menghitung
kebutuhan bahan kering kotoran sapi dan volume air
5.
Mengambil
kotoran sapi sesuai dengan kebutuhan yang telah ditentukan.
6.
Menyiapkan
air sesuai dengan volume yang telah ditentukan.
7.
Mencampur
kotoran sapi dan air di dalam ember, selanjutnya diaduk hingga homogen.
8.
Memasukkan
campuran tersebut ke dalam bak digester secara perlahan.
9.
Memasang
manometer.
10.
Melakukan
pengamatan pembentukan biogas dalam jangka waktu harian.
Berikut ada sumber bagaimana cara membuat biogas skala rumah tangga, selamat menonton !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar